Kisah Sergio Ramos Disebut Pemain yang Kebal Kekalahan?

Kisah Sergio Ramos Disebut Pemain yang Kebal Kekalahan?-Meski saat ini sudah tidak menjadi ikon di ibukota Spanyol seluruh penggemar Real Madrid tentu tidak akan pernah melupakan jasa Sergio Ramos. Pria yang kini berusia 36 tahun itu adalah sosok
yang lebih dari sekadar pemain dia adalah pahlawan pemimpin dan legenda sejati.

Baginya haram untuk menempatkan timnya dalam status kekalahan Oleh karena itu kita sering mendapati Sergio Ramos tampil mengerikan dalam setiap duel yang dimainkan. Dia akan menerjang
segala gempuran dan tak jarang membantu serangan untuk ciptakan kemenangan.

Transfer Deadline Terbaik Sepanjang Masa

cerita Sergio Ramos bersama Real Madrid bermula ketika pada musim panas 2005 elreal Tengah membutuhkan seorang bek handal dari sekian nama yang diincar Sergio Ramos menjadi yang paling
diinginkan. ketertarikan Real Madrid kepada sosok Sergio Ramos jelas bisa dipahami. Sebab, pemain yang beroperasi di Lini belakang itu memang Tengah jadi incaran banyak klub.

Dia sangat menonjol ketika tampil di sevia namun ikatan cinta yang akan di eratkan oleh kedua pihak tak semudah yang dibayangkan. Real Madrid harus menunggu sampai detik-detik terakhir jendela transfer ditutup. ketika itu dengan biaya sebesar 24 juta Poundsterling atau setara lebih dari 470 miliar rupiah Sergio Ramos mendarat di Estadio Santiago Bernabeu sebagai satu-satunya pemain asal Spanyol yang didatangkan florentino Perez.

Meski kepindahannya sempat dikecam oleh penggemar sevia. Ramos berlalu begitu saja tujuannya bermain adalah mendapatkan piala dimana nama Real Madrid dianggap yang paling cocok baginya. Datang sebagai pemain dengan skill jempolan Real Madrid rela memberikan nomor punggung 4 peninggalan Fernando Hierro untuknya.

Namun tak mudah bagi Ramos untuk memenuhi harapan di klub sekelas Real Madrid dia sempat menjalani Masa dimana prestasi jadi sesuatu yang sangat sulit dicari. Ada banyak rintangan yang menghantui hingga perjalanannya benar-benar terkesan sulit. Akan tetapi, Ramos yang punya jiwa ksatria menolak untuk menutup diri dia terus mencoba peruntungan dengan rela dimainkan di berbagai posisi di Lini belakang.

Perlahan tapi pasti apa yang diinginkannya mulai berada dekat dengan genggaman dalam setidaknya 5 tahun pertama Ramos sukses berikan dua gelar La Liga. Jiwa kepemimpinan tinggi yang ditunjukkannya pun membuat Real Madrid tidak ragu untuk memasukkannya ke dalam daftar 4 Kapten pilihan musim
2009-2010. Lalu ketika dominasi FC Barcelona bersama xavi, Iniesta, Messi mulai terlihat letih. Ramos mampu memanfaatkan kondisi.

Tandukan bersejarah ke gawang Atletico Madrid.

Selain sukses merebut trofi LaLiga pada musim 2011-2012, 2016-2017,2019-2020 Sergio Ramos juga berhasil mempersembahkan trofi Liga Champions Eropa ke-10 bagi Real Madrid pada tahun 2014.

Momen tersebut sekaligus menunjukkan tentang betapa pentingnya peran Ramos terhadap dominasi Madrid di Eropa dia menunjukkan kepada khalayak. Siapa Yang Pantas disebut Raja dengan menolak keras menjadi pecundang.

Pada laga final Liga Champions Eropa yang digelar di Estadio Dalus ketika itu gol Diego Godin pada menit ke-36 sempat membuat Atletico memimpin. akan tetapi memasuki masa injurytime tandukan Ramos
mampu menghindarkan Madrid dari kekalahan. Lalu ketika pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan Atletico tampak buyar alhasil gawang mereka di brondong sebanyak tiga kali oleh gold
Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo.

Tak ada yang menyangkal peran krusial Ramos dalam laga itu. Bahkan bek Atletico Juan Fran turut mengungkapkan bahwa gol itu berpengaruh besar terhadap kekalahan timnya. ” Gol dari Sergio Ramos sangat menghancurkan kami ” kata Juan Fran.

Sementara Isco yang menjadi rekan satu tim Ramos mengaku masih sangat merinding ketika mengingat gol legendaris tersebut. ” Gol Ramos masih membuat saya merinding itu adalah gol yang benar-benar penting dan ketika dia melakukannya kami tahu kami takkan kalah itu menjadi gol yang penting ” ucap Isco kepada gol pada 2016.

Rajai Eropa sebanyak 3 kali Beruntun

ketika tahun 2015 Eropa kembali dikuasai Barcelona Sergio Ramos bersama Madrid menolak untuk tunduk terlalu lama. Mereka segera bangkit dan pada tahun 2016 kembali dipertemukan Atletico Madrid di partai final menariknya Sergio Ramos masih saja menjadi mimpi buruk skuad asuhan Diego simeone.

Resmi menjadi kapten tim pasca kepergian iker kasias Ramos mencetak gol pada menit ke-15 dan
membuat elreal meraih gelar juara lewat drama adu penalti usai sebelumnya Atletico mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-79 lewat aksi Yani karasko.

Tak sampai di situ gelar Liga Champions Eropa yang didapat dua kali ternyata masih belum cukup memuaskan dirinya. Dasar pemain yang punya karakter pemenang dia kembali membawa Madrid rajai Eropa dalam 2 tahun berikutnya secara beruntun. Dengan gelontoran gelar Liga Champions Eropa yang terbilang kurang ajar Sergio Ramos pantas disebut legenda.

kemenangan demi kemenangan terus ia persembahkan hingga pada akhirnya sebuah masa memaksanya untuk mengakhiri perjalanan dengan tim tercinta. Diganggu oleh musuh terbesar pemain bola yakni
cedera. Ramos cuma tampil dalam 21 pertandingan Selama musim 2020-2021 hasilnya dia melakoni musim
terburuk selama membela Madrid dan harus rela melepas segala kenangannya.

Dari Spanyol Menuju Prancis

16 tahun membela Real Madrid bukanlah waktu yang sebentar apalagi banyak sekali gelar yang sukses dipersembahkan meski pergi dengan kondisi terpincang Ramos lagi-lagi tolak untuk menyerah. Tak
ada kata kalah dalam kamus kehidupannya Maka dari itu dia yang masih merasa bisa bersaing di level tertinggi menerima tawaran yang diajukan Paris Saint German.

Namun, layaknya perjuangan pahlawan dalam sebuah drama besar selalu saja ada halangan ketika akan meraih tujuan. Di musim pertamanya bersama Paris Saint German Ramos masih saja diganggu cedera
hingga membuatnya harus absen dalam hampir seluruh laga. Dia hanya memainkan sebanyak 12 laga di kompetisi lokal. itu pun Tak semuanya diselesaikan dengan sempurna Ramos hanya bermain selama 700
menit meski mendapat gaji sebesar 12 juta Euro atau setara 182 miliar rupiah dalam semusim.

Akan tetapi, satu hal yang perlu dicatat Ramos yang memainkan sebanyak 13 laga di semua ajang tak
pernah sekalipun merasakan kekalahan. ketika dia berada di atas lapangan PSG tak pernah Kibarkan bendera tanda menyerah.

kebangkitan Sang Penguasa Sejati

Setelah mendapati musim pertamanya kurang memuaskan bukan Ramos namanya bila Memilih Untuk meratap. Dia segera berbenah dan terus berjuang untuk bisa kembalikan performa benar saja pada musim 2022 2023 ini dia menjadi bagian penting dari perjalanan PSG baik di kompetisi lokal maupun Eropa.

Sejauh ini Ramos sudah memainkan 17 pertandingan bersama PSG lagi-lagi selama dia bermain PSG tak pernah sekalipun menelan kekalahan dengan begitu dalam sejarah PSG Sergio Ramos menjadi pemain pertama yang melalui 30 laga pertamanya bersama klub tanpa kekalahan. Dia melewati rekor sebelumnya yang dipegang pemain asal Brazil yang tak pernah kalah dalam 29 laga pertamanya bersama PSG.

Bermain di Lini belakang Paris Saint German Sergio Ramos telah catatkan 3 Clean Sheats dia juga berhasil merangkum rata-rata 1,2 Intersep per Laga karakternya yang memang keras kemudian Munculkan catatan rata-rata 1,1 tekel sukses perlaga.

Mengenai duel yang dilakukan diamemenangkan sebanyak 2,5 dual darat dan 1,3 duel udara per 90 menit lamanya. Dengan kontribusi penuh yang diberikan sejauh ini pelatih Louis Enrique kembali
memberinya kepercayaan untuk tampil di Timnas Spanyol.

Ramos dimasukkan ke dalam daftar 55 pemain sementara Spanyol untuk gelaran piala dunia 2022 sebelumnya. Ramos telah absen membela Spanyol selama setahun 7 bulan setelah terakhir kali bermain Pada 31 Maret 2021 melawan Kosovo. Jika dia termasuk ke dalam daftar 26 pemain Spanyol yang dibawa ke piala dunia nantinya itu tentu Kian menjadi pembuktian tentang betapa dirinya punya karakter pemenang Bravo Sergio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *