Kisah Carlo Ancelotti Disebut Sebagai Pawang Sepak Bola Eropa-Bagi sebagian penggemar sepak bola pelatih seperti Sir Alex Ferguson mungkin masih menjadi yang paling layak dijunjung tinggi. Akan tetapi kita juga perlu mengarahkan pandangan ke sosok Carlo Ancelotti yang secara mengagumkan mampu melewati rekor pelatih asal Skotlandia itu.

Belum lama ini, tim besutannya Real Madrid sukses memastikan diri sebagai penguasa grup F usai
menggasakeltic dengan skor 5-1 di Santiago Bernabeu. kemenangan itu pun menjadi yang ke-103 bagi Carlo Ancelotti di kompetisi Liga Champions Eropa. Menurut ISPN Ancelotti mematahkan rekor kemenangan terbanyak di Liga Champions yang sebelumnya dipegang Sir Alex Ferguson.

rekor kemenangan tersebut semakin menegaskan status Ancelloti sebagai pelatih tersukses di Liga Champions Eropa. Usai dirinya juga memiliki empat medali juara yang diraih bersama AC Milan dan Real Madrid dengan masing-masing nama menyumbang dua trofi.

Awal perjalanan menuju kesuksesan besar

Ancelotti merupakan pria asli Italia yang memiliki perjalanan menarik ketika masih menjadi pemain. Ia yang memulai karir bersama Parma hijrah ke AS Roma untuk merengkuh sejumlah gelar kemudian
kepindahannya ke AC Milan pada tahun 1987 membawa kesuksesan yang lebih besar.

Tak hanya berjaya di Italia namun juga kompetisi Eropa. kemudian ketika cedera lutut mulai menjadi teman akrab Ancelotti putuskan pensiun di usia 33 tahun. Berhenti menjadi seorang pemain tak membuat Ancelotti buru-buru tinggalkan dunia si kulit bundar dia masih ingin merasakan kerasnya kompetisi dan riuhnya sorak-sorai penonton dalam stadion.

Maka ketika mantan gurunya di AC Milan Arrigo Sachi mengajaknya untuk jadi asisten pelatih timnas Italia Ancelotti menerima. Setelah mendapat pengalaman sebagai asisten lantas menerima tawaran melatih Rezana di Serie B. Semusim melatih Rezana Ancelotti sukses membawa klub tersebut promosi ke Serie A. Lalu pada tahun 1996 Ancelotti langsung tercatat sebagai pelatih Parma. Meski sempat membawa Parma duduk di posisi runner up Ancelotti dipecat karena gagal memberi trofi apapun.

keringnya lemari piala sebagai pelatih kemudian di lanjutkannya di Juventus. Meski dibekali dengan sejumlah pemain bintang Ancelotti cuma bisa mempersembahkan piala Inter Toto tahun 1999. Dirinya pun dipecat dan digantikan oleh Marcello Lipi segala perjuangan yang dilakukan kemudian terbayar lunas ketika dia diminta Silvio Berlusconi untuk menggantikan peran Fatih Terim di kubu AC Milan.

Bersama klub berjuluk ildiafollow Ancelotti mulai menunjukkan reputasinya sebagai pelatih jempolan

Identik Dengan Gelar Juara

Di AC Milan Carlo Ancelotti menggunakan formasi 4-4-2 Diamond dia meraih banyak kesuksesan ketika melatih mantan klubnya itu. Yang mana memang diisi oleh banyak sekali pemain bintang khususnya di
sektor gelandang. Milan menjadi salah satu yang paling mengerikan ketika memiliki nama Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso hingga Ricardo Kaka.

Evolusi kesuksesannya di Milan tergambar jelas dalam lahirnya peran di Deep-lying-playmaker yang dipopulerkan Andrea Pirlo. di Deep-lying-playmaker adalah kombinasi dari gelandang bertahan dan playmaker. Posisi yang berada lebih ke dalam ini memungkinkan Pirlo untuk mengatur sistem berlian Carlo Ancelotti.

Pirlo mampu menjadi kreator serangan Milan yang tak hanya menjadi penghubung antar Lini. Namun, juga memanjakan para penyerang dengan umpan-umpan akurat. Dengan komposisi pemain yang nyaris selama melatih Milan Ancelotti sukses berikan dua gelar Liga Champions Eropa dan satu trofi Serie A sisanya dia mampu mempersembahkan trofi bergengsi lainnya. Macam Coppa Italia, Piala Super Italia, Piala Super Eropa dan piala dunia antar klub.

Sempat melatih Chelsea dari 2009 hingga 2011 Ancelotti kembali mampu menambah koleksi gelarnya yang paling utama tentu trofi Liga Primer Inggris pada musim 2009-2010. Meski pekerjaan yang dilakukan di London terbilang cukup oke Ancelotti menjadi korban dari pemilik klub tidak sabaran.

jadilah dia merantau ke Prancis untuk menggelar pesta bersama Paris Saini German dengan Raihan satu trofi Liga. Sukses bersama PSG lantas mengantar Ancelotti menuju panggung La Liga tepat di tahun 2013 dia diperintahkan Florentino Perez untuk gantikan peran. Di sinilah statusnya sebagai jawara Eropa Kian diperkuat.

Ya bersama Real Madrid gelar terindah yang diberikan Ancelotti adalah trofi Liga Champions Eropa. Namun, meski menjadi pelatih yang mempersembahkan gelar paling bersejarah bagi klub. Ancelotti dipecat karena gagal persembahkan apapun di musim keduanya. Sempat ditawari kembali ke AC Milan
Ancelotti menolak dengan alasan dia ingin beristirahat selama setahun dari dunia sepak bola.

Ketika kembali ke pekerjaannya Ancelotti resmi menggantikan Pep Guardiola di FC Bayern. Lagi dirinya berhasil memberikan gelar bagi klub yang dibesutnya tercatat Ancelotti sukses berikan satu trofi Bundesliga dan 2 trofi di FL Super Cup pada 2016 dan 2017.

Sempat menjajal adrenalin dengan melatih Napoli dan Everton. Ancelotti kemudian mendapati bahwa tempat terbaiknya adalah Estadio Santiago Bernabeu. setelah 6 tahun berlaluan Ancelotti kembali melatih Real Madrid yang tengah Limbung. Dia menggantikan peran Zinedine Zidane yang memilih mundur pada tahun 2021.

Di periode kedua Ancelotti langsung berhasil mempersembahkan trofi La Liga dengan begitu dia menjadi pelatih yang mampu meraih trofi domestik di 5 liga top Eropa. Tak hanya itu Dia juga sukses menambah koleksi gelar Liga Champions Eropanya di musim yang sama.

Sempat menggunakan menggunakan skema 4-2-3-1 atau 4-4-2. Di periode pertama Ancelotti mengubah pendekatan menjadi 4-3-3 di periode keduanya bersama Elreal. Dia masih memanfaatkan peran Toni Kross dan Luka Modric di Lini Tengah serta menjadikan finisius Junior sebagai pelatih cepat
dan pencetak gol handal di sisi kiri lapangan.

Masih belum cukup Ancelotti juga mampu mengubah Federico valverde menjadi pemain yang sangat berbahaya di sisi kanan lapangan dengan mengkombinasikan peran pemain muda dan berpengalaman.
Ancelotti sangat berpotensi mengulang kejayaan di Eropa pada musim 2022 2023 ini.

pribadi Yang Layak Dicintai Dan Dihormati

Selain pandai meramu taktik Ancelotti juga pandai mengambil hati seluruh komponen klub yang bekerjasama dengannya. Dengan karakter yang tenang Ancelotti tak mau mengekang para pemain untuk
benar-benar mengikuti sistem yang dimainkan. Selama permainan masih bisa dinikmati dan berjalan sesuai rencana dia akan memberi kebebasan bagi para pemain untuk berekspresi di atas lapangan.

Ancelotti memahami betul bahwa salah satu faktor keberhasilan seorang pemain di lapangan adalah ketenangan psikologis. Ketika seorang pemain mendapat kepercayaan maka dia tak akan ragu untuk memberikan lebih.

” Gaya yang saya mainkan bukan untuk memaksakan pemain. Saya ingin meyakinkan para pemain tentang apa yang mereka lakukan ” kata Ancelotti kepada Leaders performance Institute tahun 2015 silam.

Selain memberi kebebasan bagi para pemain Ancelotti juga tak segan untuk mengajukan pertanyaan dan pendapat taktis kepada para pemain dan juga staf tentunya tentang strategi pertandingan. Dia ingin menciptakan lingkungan yang dewasa melalui diskusi dan membuat semua yang terlibat dalam tim merasa dihargai.

Guru Bagi Para Pelatih

Mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari Arrigo Sacchi. Carlo Ancelotti Tak lupa untuk menularkan ilmunya kepada para pelatih lain Salah satu pelatih jempolan saat ini yang mencuri ilmu dari seorang Carlo Ancelotti adalah Luciano Spalletti. Pelatih kenamaan Napoli itu mengaku bahwa Ancelotti adalah guru terbaik sekaligus teman baginya malah Spalletti berani menyebut Ancelotti sebagai Sekolah bagi para juru taktik.

Selain Spalletti Paul Lemon yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Everton juga mengaku belajar banyak dari sosok Ancelotti. Lemon yang pernah menangani tim sekelas Derby County Swansea hingga reading ini mengatakan kalau dia kerap meminta saran kepada Ancelotti. Dia sering ber komunikasi dengan Ancelotti dan melakukan apapun yang dinasehatkan oleh pelatih asal Italia tersebut.

Berikutnya ada mantan anak asuh Ancelotti di AC Milan yakni Andriy Shevchenko pria ukrai yang pernah melatih negara tercintanya itu mendapatkan banyak sekali pelajaran dari sosok Ancelotti.

Lantas siapa sosok paling sukses yang mencuri ilmu Carlo Ancelotti ya betul sekali Zinedine Zidane Zidane yang menjadi asisten pelatih Ancelotti di Madrid sebelum naik jabatan menjadi pelatih. Banyak sekali mengambil ilmu dari gurunya itu. Zidane mengakui bahwa ia banyak belajar dari Ancelotti untuk menjadi seorang pelatih hebat. Hasilnya ia mampu membawa Madrid meraih gelar
Liga Champions Eropa sebanyak tiga kali beruntun. ” Saya belajar banyak darinya sangat banyak!” ujar Zidan

Categories: General

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *